Inklusi keuangan merupakan aspek penting dalam pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Akses terhadap layanan keuangan seperti tabungan, pinjaman, asuransi, dan layanan pembayaran sangat penting bagi individu dan dunia usaha untuk berpartisipasi penuh dalam perekonomian. Namun jutaan orang di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang, masih kekurangan akses terhadap layanan keuangan formal.
Salah satu solusi inovatif yang membantu menjembatani kesenjangan ini adalah Susu, sistem simpan pinjam tradisional yang telah dimodernisasi dan didigitalkan agar lebih mudah diakses dan efisien. Susu, juga dikenal sebagai Rotating Saving and Credit Association (ROSCA), adalah bentuk simpanan dan kredit informal yang telah digunakan di berbagai budaya di seluruh dunia selama berabad-abad.
Dalam skema Susu, sekelompok individu berkumpul untuk mengumpulkan tabungan mereka dan bergiliran menerima sejumlah uang sekaligus. Setiap anggota menyumbangkan sejumlah uang ke pot secara teratur, dan satu anggota menerima jumlah keseluruhan setiap siklus. Sistem ini memungkinkan anggota mengakses dana ketika mereka membutuhkannya, tanpa memerlukan lembaga keuangan formal.
Sistem Susu tradisional memiliki keterbatasan, seperti risiko penipuan atau salah urus oleh penyelenggara, serta ketidaknyamanan dalam mengumpulkan dan mendistribusikan uang tunai secara fisik. Namun, teknologi modern telah membantu mengatasi tantangan ini dan menjadikan Susu lebih aman dan nyaman.
Platform digital dan aplikasi seluler kini memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam skema Susu secara online, sehingga menghilangkan kebutuhan akan pertemuan tatap muka dan transaksi tunai. Platform ini juga memberikan transparansi dan akuntabilitas, karena semua transaksi dicatat dan dapat dilacak oleh peserta.
Manfaat Susu lebih dari sekedar menyediakan akses terhadap layanan keuangan. Penelitian menunjukkan bahwa berpartisipasi dalam skema Susu dapat membantu individu mengembangkan kebiasaan menabung, meningkatkan literasi keuangan, dan membangun jaringan dukungan sosial. Dengan mengumpulkan sumber daya dan saling mendukung, anggota kelompok Susu juga dapat mengakses peluang kredit dan investasi yang tidak tersedia bagi mereka secara individu.
Selain pemberdayaan individu, Susu juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan. Dengan meningkatkan inklusi keuangan dan mendorong tabungan dan investasi, Susu dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Hal ini juga dapat membantu membangun modal sosial dan memperkuat ikatan masyarakat, menumbuhkan budaya kerja sama dan saling mendukung.
Ketika dunia terus bergulat dengan tantangan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi, solusi inovatif seperti Susu terbukti menjadi alat yang ampuh untuk melakukan perubahan. Dengan memanfaatkan kekuatan teknologi dan praktik keuangan tradisional, Susu membantu menghadirkan layanan keuangan kepada mereka yang paling membutuhkan, membuka peluang bagi individu dan komunitas untuk berkembang dan sejahtera.
